Author: superadmin

Monetisasi Blog Di Tahun 2020 Monetisasi Blog Di Tahun 2020

redspiral.net Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Monetisasi Blog Di Tahun 2020. Beberapa artikel yang akan kami sajikan untuk anda kali ini ,bisa sangat membantu apabila anda ingin mencari informasi yang berikaitan mengenai Monetisasi Blog Di Tahun 2020 Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Monetisasi Blog Di Tahun 2020

Tips Monetisasi Blog
1. Program Afiliasi
Program afiliasi adalah kerja sama website dengan sebuah perusahaan untuk mempromosikan produk mereka dan mendapatkan komisi untuk setiap transaksi. Besar komisi yang akan didapatkan bervariasi, tergantung kebijakan setiap perusahaan. Selain itu, kamu juga berkesempatan untuk mendapatkan materi promosi yang bisa kamu gunakan pula sebagai sarana mempelajari cara memasang iklan di kemudian hari.

Bentuk kerja sama program afiliasi biasanya berupa referral code yang akan didapatkan saat bergabung. Referral code ini berfungsi untuk mendeteksi pembeli sehingga ketika ada calon pembeli yang mengetikkan kode atau mengklik link yang kamu lampirkan di website, referral code dari website-mu akan langsung terdeteksi sebagai sumbernya. Tak hanya website, referral code juga bisa dibagikan melalui media sosial, tergantung bagaimana perjanjianmu dengan perusahaan tersebut.

Tip: Pilih jenis program afiliasi yang sesuai dengan niche website-mu dan pastikan kamu menyediakan konten berkualitas yang relevan.

2. Iklan Konteksual
Iklan kontekstual adalah iklan yang ditayangkan berdasarkan konteks atau konten yang ditampilkan di halaman website. Format yang ditampilkan beragam, mulai dari tampilan grafis, teks hingga video yang bisa kamu tempatkan di mana pun sesuai layout website-mu. Saat ini, jenis iklan konteksual yang paling sering kita dengar adalah Google Adsense.

Tidak seperti program afiliasi yang langsung memberikan komisi sekian persen setiap kali transaksi, nominal komisi iklan kontekstual biasanya agak kecil dan memerlukan waktu yang cukup lama agar bisa benar-benar menghasilkan. Sistem penghitungannya juga berbeda-beda, ada yang per klik, ada pula yang berdasarkan jumlah impresi atau seberapa banyak iklanmu dilihat oleh pengunjung website. Namun, jika traffic website-mu bagus, kamu bisa dengan mudah menghasilkan uang dari jenis iklan ini.

Sayangnya, pemilik website tidak memiliki kontrol penuh terhadap jenis iklan apa saja yang akan muncul sehingga hal ini kerap menjadi masalah. Mungkin ada beberapa iklan yang bisa diblokir, tapi tetap saja pemilik website tak bisa memilih iklan yang sangat mirip dengan topik. Ini karena Google tidak hanya memakai topik utama website sebagai parameter, tapi juga kata kunci dari hasil pencarian di Google Search.

Meskipun kamu bisa menempatkan iklan di mana pun di website-mu, tapi jangan sampai iklanmu sampai memenuhi halaman website. Selain itu, sebaiknya kamu jangan mengklik iklan yang tampil atau meminta temanmu untuk membantu menambahkan klik karena itu menyalahi peraturan Google Adsense. Jika kamu melakukannya, website-mu terancam mendapat penalti.

Tip: Jangan memasang iklan terlalu banyak agar pembacamu tidak merasa terganggu.

3. Menyewakan Ruang
Kamu juga bisa menggunakan space di website dan mailing list untuk menghasilkan uang. Caranya adalah dengan menyewakan ruang tersebut kepada pengiklan, biasanya banner atau widget di sidebar. Keuntungannya adalah pemilik website bisa menentukan tarif sendiri dan iklan apa saja yang akan tampil.

Namun, sebelum menyewakan ruang untuk iklan, pastikan website-mu sudah mempunyai kredibilitas yang baik. Pasalnya, pengiklan juga ingin mengetahui website apa yang nantinya akan menayangkan iklan mereka. Jadi, perhatikan kualitas konten serta tampilan dan aksesibilitas layout website-mu, ya!

Tip: Siapkan media kit dengan laporan lengkap statistik blog pada website dan perbarui data tersebut setiap bulannya.

4. Sponsorship
Sponsorship adalah jenis iklan yang paling menggiurkan sekaligus paling sulit didapat. Pengertian mudahnya, seorang pemilik website bekerja sama dengan pengiklan untuk mempromosikan produk tertentu. Misalnya, pengiklan memberi kita sejumlah uang atau penawaran untuk menjadi sponsor dari website-mu.

Bentuk kerja sama lainnya yaitu pengiklan bisa menjadi sponsor dari lomba atau giveaway yang kamu adakan. Beberapa hal yang bisa kamu tawarkan sebagai keuntungan yang diperoleh sponsor adalah penempatan logo di setiap media promosi, penulisan nama brand dalam setiap artikel, atau dalam bentuk adlibs, yaitu penyebutan sponsorship partners dalam suatu acara, mirip seperti yang sering muncul di televisi atau radio. Yap, kamu bisa menambahkan kegiatan penyebutan brand ini dalam keuntungan yang diterima oleh calon pemberi sponsor.

Sama seperti ketika menyewakan ruang di website, sponsorhip menuntut track record yang bagus, dibuktikan dengan statistik traffic website. Dari mana mendapatkan sponsorship? Bisa dari pengiklan yang datang langsung kepadamu atau kamu bisa menjemput bola dengan cara memikat para pengiklan. Sumber lainnya adalah agensi atau pihak ketiga yang mempertemukan pengiklan dan pemilik website.

Bentuk lain dari sponsorship adalah sponsored post. Pengiklan akan meminta artikel mereka diunggah ke website-mu (content placement) atau memintamu menuliskan artikel sesuai dengan syarat dan ketentuan mereka. Artikel yang mereka sediakan biasanya berisi kata kunci tertentu yang harus dilampirkan bersamaan dengan link yang mereka berikan (hyperlink).

Namun, apakah artikel yang kamu tulis nantinya akan penuh dengan kalimat iklan? Agar bisa menjawab pertanyaan ini, kamu perlu mengetahui dua jenis cara beriklan yang biasa dilakukan melalui media internet, yakni hard-selling dan soft-selling. Hard-selling adalah teknik penjualan yang dilakukan secara eksplisit dengan kalimat ajakan secara langsung, seperti “beli sekarang”, “segera lakukan pemeesanan”, dan sebagainya. Di sisi lain, soft-selling melontarkan kalimat-kalimat iklan yang disebutkan atau ditulis secara tidak langsung, biasanya soft-selling diawali dengan sebuah kisah, kasus, atau ilustrasi sebelum menyebutkan produk yang ditawarkan.

Selain itu, jika kamu bertanya-tanya apakah artikel bersponsor ini akan membuat website-mu dianggap spam atau tidak, itu semua kembali pada dirimu. Berdasarkan aturan Google, tak banyak link yang bisa kamu sematkan pada sebuah artikel, oleh karena itu kamu harus memahami bagaimana struktur artikelmu nantinya. Tak hanya jumlah link, pastikan pula kamu menautkan link dari artikelmu ke halaman website yang aman dan kredibel.

Tip: Unggahan blog akan lebih menarik jika kamu menggunakan teknik soft-selling.

5. Produk Gratis
Cara ini biasanya disebut sebagai kegiatan endorsement, yaitu ketika sebuah perusahaan atau brand memberikan produk mereka kepada influencer (dalam konteks ini pemilik website) untuk diulas. Beberapa produk yang diberikan bisa saja dalam bentuk makanan, produk pangan, tiket perjalanan atau kegiatan hiburan, sampai fasilitas hosting dan domain.

Jangan lupa, ketika mengulas sebuah barang atau jasa, ulaslah dengan jujur. Tidak perlu memberikan pujian berlebihan, juga tidak perlu mencela berlebihan jika produknya tidak sesuai dengan ekspektasimu. Peraturan yang sama juga berlaku untuk monetisasi blog di website, jadi pastikan kamu melengkapi website dengan ketentuan yang menjelaskan penerimaan sponsorship dalam bentuk imbalan produk gratis untuk ulasan darimu.

Tip: Ketika mengulas sebuah produk, berikan testimoni yang jujur. Alih-alih hanya menjual produk, lebih baik juallah manfaatnya kepada pembaca website-mu.

Baca Juga :Perbedaan Hosting Domain Dan Server

6. Menjual Produk
Beberapa pemilik website memulai monetisasi blog website dengan mempromosikan produk dari pengiklan atau melalui program afiliasi, kemudian mulai menjual produk mereka sendiri. Mengingat ketika sebuah blog semakin berkembang, maka konten blognya pun semakin berkualitas, langkah ini bisa dianggap sebagai suatu perkembangan alami. Konten inilah yang kemudian bisa dikembangkan dan dikonversi ke produk yang bisa dijual. Misalnya, ebook, video tutorial, dan sebagainya.

Menjual produk sendiri bisa meningkatkan penghasilan karena sudah jelas keuntungan akan 100% menjadi milikmu. Bersamaan dengan ini, kamu juga akan semakin memahami bagaimana proses menjual produk melalui website. Bahkan kamu bisa membuka program afiliasimu sendiri dan membayar pemilik website lain ketika mereka bersedia menayangkan iklan dari brand milikmu.

Tip: Jangan lupa, juallah produk yang bermanfaat bagi pembacamu, ya!

7. Membership/Keanggotaan
Tergantung seberapa bernilainya informasi atau konten yang kamu sajikan di website, kamu berkesempatan untuk mengaktifkan membership atau keanggotaan di website-mu. Alih-alih menawarkan produk yang sama kepada orang yang berbeda dari waktu ke waktu, membership justru menjual produk yang berbeda kepada orang yang sama dari waktu ke waktu. Maksudnya, ketika seorang pengguna telah mendaftarkan diri untuk menjadi member, kamu tak perlu menjaring terlalu banyak pelanggan lagi, tapi kamu bisa mulai memfokuskan diri untuk meningkatkan kualitas konten sehingga apa yang telah “dibeli” oleh pelangganmu setimpal dengan apa yang mereka terima.

Tantangannya adalah bagaimana menyediakan konten reguler yang memberikan manfaat sekaligus dapat memikat calon member baru. Namun, jika bisa mempertahankan keanggotaan member, mungkin keuntungan dari website bisa menjadi sumber penghasilan utamamu. Anggap saja kamu punya 300 orang anggota yang membayar Rp100 ribu per bulan, maka setiap bulan kamu bisa mendapatkan penghasilan sebanyak 30 juta rupiah. Cukup menggoda, bukan?

Tip: Penting untuk memelihara engagement dengan pembaca dan anggota di website-mu. Berikan manfaat yang sekiranya setimpal dengan biaya yang mereka bayarkan.

Perbedaan Hosting Domain Dan Server Perbedaan Hosting Domain Dan Server

redspiral.net Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Perbedaan Hosting Domain Dan Server. Beberapa artikel yang akan kami sajikan untuk anda kali ini ,bisa sangat membantu apabila anda ingin mencari informasi yang berikaitan mengenai Perbedaan Hosting Domain Dan Server Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Perbedaan Hosting Domain Dan Server

Hosting
Hosting merupakan tempat untuk menyimpan data yang biasa ada di komputer. Ia memiliki bentuk secara fisik yang disebut sebagai server. Perbedaan hosting dengan sercer, yaitu server bekerja layaknya komputer biasa. Ada hard disk, RAM hingga prosesor, yang bentuk dan ukurannya disesuaikan untuk disimpan di rack server.

Server hosting harus selalu disimpan di data center yang tentunya memiliki listrik dan cadangan listrik seperti UPS. Server hosting inilah yang digunakan oleh para pemilik website untuk menjadi bank data dari mereka, maka dari itu harus terhubung dengan jaringan internet berkecepatan tinggi sehingga bisa diakses secara bersamaan, kapan pun dan oleh siapa pun dari seluruh dunia.

Khusus hosting untuk website, biasa disebut dengan web hosting. Server untuk web hosting dilengkapi dengan sistem operasi dan juga software. Tujuannya agar bisa menjalankan web dan bisa terus beroperasi tanpa terkecuali.

Jadi, secara garis besar, ketika kamu mau membeli atau menyewa hosting, maka yang kamu dapatkan adalah jasa penyimpanan data yang nantinya dipakai untuk website milik kamu, dari segi teks, video, audio, gambar, file dan lainnya. Kamu bisa mengetahui berbagai jenis hosting yang paling tepat untuk kamu di sini.

Domain
Domain adalah nama yang sudah ditentukan dan diatur oleh sebuah badan telekomunikasi. Nama yang ada di dalam domain adalah nama yang kamu pilih sebagai alamat dari website kamu sendiri. Nama domain adalah nama yang akan mengirim pesan ke alamat IP server hosting. Jadi, saat kamu menulis nama domain di address bar, yang sebenarnya kamu akses adalah server IP yang akan kamu tuju.

Biasanya, ketika kamu membeli domain, kamu sebenarnya hanya menyewa nama saja. Pada dasarnya, saat kamu hanya mempunyai nama domain, itu bukan berarti kamu segera memiliki website karena ada beberapa hal yang harus kamu miliki.

Baca Juga :Tips Memilih Nama Domain Untuk Website

Setelah membaca penjelasan mengenai perbedaan hosting, domain, dan server di atas, coba ingat lagi di mana tempat untuk menyimpan data-data di dalam website kamu? Tentu saja dengan memiliki hosting. Kamu juga harus menyewa hosting agar bisa memunculkan website kamu di dalam setiap browser yang mengaksesnya.

Kesimpulannya, hosting adalah tempat penyimpanan data. Sedangkan, server adalah kumpulan hardware yang mendukung kinerja hosting. Sementara itu, domain adalah nama atau alamat website kamu, bisa disebut juga identitas untuk mengakses website kamu dengan mudah. Kamu tidak akan bisa memiliki website tanpa ketiganya karena semuanya saling berkesinambungan dan saling bergantung satu sama lain.

Server
Server adalah sebuah sistem komputer yang menyediakan layanan tertentu dalam satu jaringan komputer. Tidak hanya berbentuk sebagai perangkat lunak, server juga memiliki bentuk perangkat keras. Ada prosesor dan RAM yang menjalankan sebuah sistem operasi khusus, biasanya disebut sebagai network operating system.

Selain itu, server juga menjalankan perangkat lunak yang bisa mengontrol akses untuk masuk ke dalam jaringan dan sumber daya yang terdapat di dalamnya. Server juga memiliki berbagai macam jenis yang biasa disesuaikan dengan kebutuhan kamu.

Secara garis besar, server akan bekerja ketika ada permintaan dari klien. Klien di sini adalah browser yang biasa kamu pakai. Bisa Chrome, Mozilla Firefox, Internet Explorer, Safari, hingga Opera. Ketika kamu mengetik sebuah alamat website, maka akan menyebut domain juga. Server segera merespon permintaan kamu dan mengirimkan kembali isi website ke dalam komputer kamu sehingga kamu bisa mengaksesnya.

Tips Memilih Nama Domain Untuk Website Tips Memilih Nama Domain Untuk Website

redspiral.net Pemiihan nama website yang baik bisa membuat rating sebuah websit emenjadi naik,dan traffik better.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Tips Memilih Nama Domain Untuk Website, Beberapa artikel yang akan kami sajikan untuk anda kali ini ,bisa sangat membantu apabila anda ingin mencari informasi yang berikaitan mengenai Tips Memilih Nama Domain Untuk Website

1.Gunakan nama domain yang kreatif dan brandable
Seperti yang disebutkan sebelumnya, nama domain Anda akan menjadi identitas Anda di dunia online. Oleh karena itu sebisa mungkin gunakan nama yang kreatif dan brandable agar Anda bisa melakukan branding dengan mudah. Domain Anda akan menjadi nama yang dicari, diingat, dan disebarkan oleh customer dan pengunjung website Anda.

Lalu apa yang dimaksud dengan brandable?

Nama domain brandable adalah nama yang unik dan menonjol dibanding competitor lainnya. Tentunya dengan nama yang unik, Anda akan diingat oleh banyak orang. Lalu bagaimana cara menemukan nama yang brandable?

Buat kata baru. Anda bisa membuat kata baru yang terdengar catchy untuk menarik perhatian. Google dan Yahoo adalah dua perusahaan besar yang melakukan ini.

Gunakan kata-kata menarik yang sudah ada. Anda bisa mencari kata-kata yang mungkin jarang digunakan sehari-hari tapi sesuai dengan bisnis Anda.Gunakan generator nama domain. Sekarang di internet sudah banyak generator yang bisa Anda gunakan untuk mencari nama domain hanya dengan memasukkan kata-kata yang Anda rasa cocok untuk nama domain Anda.

2.Pastikan bahwa domain Anda mudah diketik
Menemukan nama domain yang mudah diingat dan mudah diketik akan membantu Anda mencapai sukses online. Jika Anda menggunakan ejaan-ejaan gaul atau kata-kata yang memiliki beberapa ejaan akan membuatnya susah diingat.

3.Gunakan nama domain yang pendek
Jika nama domain Anda panjang dan ribet, ada kemungkinan customer Anda tidak dapat mengingat domain Anda. Atau mereka juga mungkin bisa saja salah mengeja atau mengetik alamat domain Anda. Jika Anda menggunakan domain yang pendek tentunya kecil kemungkinan hal-hal seperti ini terjadi. Disarankan dalam memilih nama domain Anda, nama domain Anda tidak lebih dari 17 karakter.

4.Gunakan keyword yang berhubungan dengan keperluan website Anda
Jika domain ini untuk website bisnis, coba masukkan keyword yang berhubungan dengan bisnis dan servis Anda di nama domain Anda. Misalnya, jika Anda memiliki bisnis laundry, masukkan keyword laundry di domain. Menggunakan keyword pada domain dapat membantu SEO website bisnis Anda agar muncul di halaman pertama hasil pencarian. Dengan begitu, Anda juga akan meningkatkan traffic website Anda.

5.Pikir jangka panjang
Meskipun Anda disarankan untuk menggunakan keyword pada nama domain Anda, tetapi ingat juga untuk tidak memilih domain yang terlalu niche. Pikirkan rencana Anda ke depan. Apakah Anda berencana untuk melakukan ekspansi? Misalnya, jika Anda berencana untuk berbisnis di bidang SEO. Mungkin Anda ingin memasukkan kata SEO di nama domain Anda. Tapi pikirkan dulu apakah Anda ingin melakukan ekspansi di masa depan? Mungkin Anda akan menawarkan jasa-jasa lain seperti web development atau email marketing. Jika Anda menggunakan nama domain dengan kata SEO di dalamnya, tentunya nama ini akan menjadi kurang relevan di masa depan. Mungkin Anda berpikir kalau Anda bisa mengubah nama domain, tetapi mengubah nama domain akan mempengaruhi branding dan ranking SEO Anda. Jadi sebaiknya Anda memikirkan nama domain untuk website Anda dari awal.

6.Target area Anda
Jika bisnis Anda adalah bisnis local, Anda juga bisa mempertimbangkan untuk memasukkan nama kota Anda di domain Anda agar calon customer dan customer lokal dapat dengan mudah menemukan Anda.

7.Gunakan domain yang mudah diingat
Di dunia ini ada jutaan nama domain yang sudah diregister sehingga sangat penting jika Anda memiliki nama domain yang catchy dan mudah diingat. Untuk mengetes, Anda bisa bertanya pada orang lain apakah nama tersebut mudah diingat? Jika iya maka mungkin Anda bisa menggunakan domain tersebut.

8.Research!
Dalam memilih nama domain, pastikan bahwa nama domain Anda belum di trademark, copyright, atau digunakan oleh perusahaan lain. Jika Anda menggunakan nama yang sudah di trademark, copyright, dan digunakan oleh perusahaan lain, Anda bisa saja terkena masalah legal.

Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk melakukan research sebelum memilih sebuah nama domain. Sebelum Anda membeli domain, Anda harus mengecek dulu apakah nama yang Anda inginkan masih tersedia. Anda tidak perlu khawatir karena tools untuk mengecek apakah domain yang Anda inginkan masih tersedia atau tidak.

Baca Juga :Mendeveloping Website Dengan WordPress

9.Cek apakah nama domain Anda tersedia di social media
Sebelum Anda memilih nama domain tertentu, coba cek dulu apakah nama itu tersedia di situs media sosial, serta apakah ada merek dagang yang sudah terdaftar untuk nama tersebut.

Untuk membangun merek Anda, ada baiknya Anda memiliki nama yang sama di seluruh domain dan social media Anda. Ini membangun branding dan memudahkan pengunjung, penggemar, dan pelanggan untuk menemukan Anda di web.Selain itu, untuk menghindari masalah hukum, Anda harus menjauh dari nama-nama yang sudah memiliki trademark atau merek dagang.

10.Hindari penggunaan angka dan hyphens
Sebaiknya hindari penggunaan angka dan hyphens. Sebisa mungkin jangan menggunakan angka dan hyphens di nama domain Anda. Penggunaan hyphens bisa membuat domain Anda menjadi lebih ribet. Bayangkan jika Facebook memiliki hyphens di antara Face dan Book sehingga menjadi Face-book? Belum tentu mereka bisa menjadi seterkenal sekarang. Intinya, menggunakan hyphens dan angka pada domain Anda dapat membuat nama domain Anda menjadi ribet.

11.Gunakan extension domain yang tepat
Extension adalah akhiran yang ada pada domain seperti .com atau .net di akhir alamat website. Sampai saat ini, extension .com adalah extension yang paling popular tetapi mendapatkan nama yang pendek dan mudah diingat dengan domain .com memang lebih sulit karena extension ini sudah ada sejak lama.

Saat ini, sudah ada banyak generic top-level domains seperti .photography, .guru, atau .id. Mungkin extension-extension seperti ini dapat membantu Anda mendapatkan nama domain yang pendek dan relevan dengan lebih mudah. Berikut ini adalah beberapa extension yang sering digunakan dan bagaimana mereka digunakan:

.co – biasanya digunakan untuk perusahaan, website komersial, dan komunitas
.info – biasanya digunakan untuk website-website yang bersifat informatif
.net – biasanya digunakan untuk website yang membahas atau menyediakan hal-hal teknis atau infrastuktur internet
.org – biasanya digunakan untuk website organisasi non-commercial dan non-profit
.biz – biasanya digunakan untuk website bisnis dan komersial, seperti misalnya website-website e-commerce
.me – biasanya digunakan untuk website personal, blog, atau resume

12.Lindungi dan bangun brand Anda
Untuk melindungi brand Anda, ada baiknya Anda membeli domain dalam beberapa extensions yang berbeda. Ini agar competitor Anda tidak me-register versi lain dari domain website Anda. Selain itu, dengan memiliki beberapa versi dari nama domain Anda, pengunjung website Anda tetap akan terhubung ke website Anda meskipun mereka salah mengetik.

Mendeveloping Website Dengan Wordpress Mendeveloping Website Dengan Wordpress

redspiral.net Kami akan memberikan tutorial mendeveloping Website dengan memanfaatkan WordPress. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Mendeveloping Website Dengan WordPress. Beberapa artikel yang akan kami sajikan untuk anda kali ini ,bisa sangat membantu apabila anda ingin mencari informasi yang berikaitan mengenai Mendeveloping Website Dengan WordPress

Website adalah elemen penting yang kamu perlukan ketika hendak membuat profil online maupun membangun bisnis. Pada artikel ini, kita akan membahas tuntas cara membuat website mulai dari nol sampai jadi. Nantinya, kamu akan mengerti bahwa membuat website itu ternyata mudah. Tak perlu mengkhawatirkan masalah teknis seperti coding atau programming, karena kamu tidak terlalu memerlukan hal-hal itu agar dapat membuat dan mengelola website. Penasaran? Mari kita mulai.

Apa yang terlintas di pikiranmu ketika mendengar “cara membuat website”? Sulit, tidak paham, butuh tenaga IT, butuh komitmen besar, atau bahkan menghabiskan banyak pengeluaran? Tunggu dulu, pertanyaan ini cukup kamu jawab dalam hati. Sekarang, saatnya persiapkan hati dan pikiranmu untuk mulai memahami cara membuat website berikut ini.

Berikut 4 langkah mudah cara membuat website:
1. Tentukan Tujuan Pembuatan Website
2. Tentukan Platform Website
3. Register Hosting dan Nama Domain
4. Instalasi dan Pengaturan Website

Cara Membuat Website
Langkah 1: Tentukan Pembuatan Website
Silakan tentukan tujuan website-mu terlebih dahulu. Tujuan ini nantinya berpengaruh besar terhadap cara membuat website yang sesuai dengan keinginan kamu. Biasanya, ada beberapa tujuan yang bisa kamu tentukan sesuai dengan ketertarikan atau niche-mu. Contohnya, membuat website untuk pribadi (portfolio), website bisnis, website toko online, dll.

Langkah 2: Tentukan Platform Website
Platform atau lebih tepatnya disebut CMS (Content Management System). Dengan adanya CMS kamu bisa membuat dan merubah konten website kamu tanpa harus mengerti bahasa pemrograman. Buang jauh-jauh pemikiran programming atau coding yang susah dan rumit untuk membuat website. Dengan CMS membuat website akan jauh lebih mudah. Pada artikel kali ini kita akan membahas cara membuat website menggunakan CMS WordPress.

Kenapa WordPress? WordPress adalah pilihan yang ideal bagi kamu yang baru pertama kali membuat website. CMS ini merupakan pilihan paling populer di antara CMS lainnya.

Kelebihan WordPress:
– Mudah diinstal.
– Komunitasnya sangat besar dan bersifat open source.
– Ideal untuk individu yang tidak jago IT.

Langkah 3: Register Hosting dan Nama Domain
Langkah selanjutnya dalam cara membuat website, adalah memilih hosting terbaik. Jika kamu masih bingung atau ingin tahu lebih lanjut mengenai pengertian hosting, silakan baca artikel berikut: Pengertian Hosting, Domain dan Server.

Hosting terbaik harus memiliki 3 poin utama berikut yaitu:

  • Keamanan yang tinggi
  • Kecepatan load yang baik
  • Dapat diandalkan 24/7

WordPress memiliki komitmen untuk menjadi penyedia jasa layanan hosting terbaik, dengan sertifikasi ISO 27001 pertama di Indonesia. Cloud hosting dengan inovasi teknologi tercanggih di Indonesia, dan Legendary Ninja Support 24/7.

Selanjutnya kamu juga harus menentukan nama domain yang pas untuk website-mu. Pilih nama domain yang unik, catchy dan gampang diingat. Hal ini nantinya akan berguna untuk peningkatan traffic website-mu.Kamu bisa menggunakan paket Warrior untuk mendapatkan beberapa tema & plugin WordPress premium tanpa mengeluarkan biaya tambahan dan mendapatkan storage yang cukup besar untuk menampung data website. Tapi sekali lagi, gunakan paket hosting yang cocok untukmu dan sesuai dengan budget yang kamu persiapkan, ya.

1.Masukkan nama domain yang kamu inginkan.
2.Pilih siklus paket billing (disarankan minimal 1 tahun).
3.Pilih lokasi server.
4.Pilih platform WordPress.
5.Setelah itu, klik Tambah ke Cart.
Catatan: Untuk paket Warrior ke atas, kamu akan mendapatkan free domain.

Perhatikan kembali biaya yang harus kamu bayarkan. Jangan lupa, klik “Click here to add it” untuk menambahkan kode voucher dari promo yang sedang berlangsung, lalu klik “Checkout.”

Di halaman Checkout, isi data yang diminta untuk mendaftar sebagai member atau login jika kamu sudah mempunyai akun klien di Dewaweb. Jika sudah selesai, jangan lupa beri tanda centang pada persetujuan syarat dan ketentuan. Klik “Selesaikan Order.”

Ikuti langkah-langkah yang diperlukan untuk menjalankan proses pembayaran dan pilih metode pembayaran sesuai keinginanmu seperti gambar berikut:

Setelah melakukan pembayaran, kamu akan menerima email konfirmasi pembayaran yang diikuti oleh informasi mengenai pesananmu beserta link untuk login sebagai pengguna di akun cPanel. Cara lainnya, kamu bisa mengetikkan (namadomainmmu).com/cpanel di web browser milikmu lalu masukkan username dan password. Perhatikan baik-baik karena email ini berisi informasi yang mungkin akan kamu butuhkan ketika mengurus website melalui cPanel.

Langkah 4: Instalasi dan Pengaturan Website
Install WordPress
Saat ini, kamu bisa segera menginstal cPanel melalui halaman registrasi Dewaweb. Tapi, jika kamu melewatkan pilihan CMS WordPress pada halaman registrasi, berikut ini adalah cara yang bisa kamu terapkan untuk melakukan instalasi WordPress di website-mu.

1.Klik link pada email yang mengarahkanmu ke login cPanel, lalu login menggunakan username dan password-mu.
2. Setelah sampai di halaman utama cPanel, scroll ke bawah lalu klik “WordPress” di kolom Softcaulous Apps Installer, atau cari “Softaculous” dan klik “WordPress.”
3. Ini adalah tampilan setelah kamu mengklik “WordPress,” klik Install Now untuk segera menginstal WordPress.
4. Isi data yang diperlukan, beberapa poin penting yang perlu kamu isi adalah nama dan deskripsi situs, profil admin, plugin, serta tema. Tapi tenang, jika belum dapat menentukan, kamu bisa mengubah nama dan deskripsi situs, plugin, serta tema setelah selesai menginstal WordPress. Jika sudah, klik tombol “Install.”
5. Selesai. Dalam beberapa waktu, tampilan cPanel akan terlihat seperti di bawah ini.