Seberapa Pentingnya Backup Data

Seberapa Pentingnya Backup Data

redspiral.net Cik mikir bro,mau bikin website kalo misalkan data nya tiba tiba ilang gimana? Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Seberapa Pentingnya Backup Data. Beberapa artikel yang akan kami sajikan untuk anda kali ini ,bisa sangat membantu apabila anda ingin mencari informasi yang berikaitan mengenai Seberapa Pentingnya Backup Data. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Seberapa Pentingnya Backup Data

Data merupakan catatan informasi yang dikumpulkan dalam suatu wadah atau platform. Agar dapat ditemukan dengan mudah ketika diperlukan di kemudian hari, data harus disimpan baik-baik dan dikelompokkan berdasarkan kategori masing-masing. Selain itu, kamu juga perlu melakukan backup data secara berkala demi menjaga keamanan data.

Tapi, sudahkah kamu memahami apa itu backup data? Apakah backup data dapat berdampak dalam hidupmu? Jika kamu adalah seorang pemilik website yang berisi informasi penting seperti portfolio, katalog produk, atau media yang menurutmu penting, berarti backup data bisa memberi dampak dalam hidupmu. Bagaimana bisa?

Melalui artikel ini, kita akan membahas beberapa kasus yang bisa menjadi alasan mengapa kamu perlu melakukan backup data. Selanjutnya, kamu juga bisa mempelajari bagaimana melakukan backup data hingga cara restore data ketika terjadi sesuatu yang tak diinginkan pada website-mu.

Mengapa Perlu Melakukan Backup Data?
Pada dasarnya, setiap produk yang diciptakan oleh manusia pasti mempunyai kekurangan. Termasuk CMS dan sistem penyimpanan data yang terdapat di dalamnya. Berikut ini ada beberapa kasus yang mungkin menjadi penyebab datamu perlu dipulihkan;

Website down
Ketika website-mu mengalami down-time untuk sementara waktu demi pembaruan fitur, itu tidak masalah. Namun, yang menjadi masalah adalah data yang ternyata hilang setelah website kembali aktif. Alasan inilah yang membuatmu perlu melakukan backup data secara berkala, agar ketika data pada website hilang ketika mengalami down-time, kamu bisa memulihkannya seperti sediakala.

Kerusakan pada HDD/SSD
Seperti yang kita ketahui, Hard Disk Drive (HDD) seringkali digunakan untuk menyimpan data dalam ukuran besar, sama halnya dengan Solid State Drive (SSD). Oleh karena itu, akan ada banyak sekali data yang tersimpan dalam berbagai ukuran. Tapi, tidak menutup kemungkinan pula data website yang kamu simpan bisa hilang ketika terjadi kerusakan pada HDD atau SSD yang kamu miliki.

Serangan virus/malware
Tidak peduli waktu dan tempat, serangan virus bisa terjadi kapan saja tanpa bisa diperkirakan. Mulai dari phising (pencurian data), brute force (percobaan login berkali-kali) hingga virus terkenal seperti ransomware dapat terjadi pada website-mu. Jadi, backup data adalah langkah tepat yang bisa kamu lakukan demi menjaga keamanan.

Human error
Sama seperti mesin, manusia juga bukan merupakan makhluk yang sempurna. Beberapa hal yang mungkin dapat terjadi adalah penghapusan data secara tidak sengaja ketika sedang mengutak-atik pengaturan website, atau kecerobohan ketika hendak membersihkan data tertentu. Oleh karena itulah kamu perlu melakukan backup data website secara berkala.

Peretasan
Selain virus, peretas (hacker) juga bisa melakukan penyerangan terhadap website. Meski menurutmu kamu sudah menyimpan datamu dengan aman, tapi mungkin sebenarnya data website-mu masih bisa diakses dengan mudah oleh para hackers. Ini juga merupakan salah satu alasan mengapa kamu perlu backup data website ke tempat yang terjamin keamanannya secara berkala.

Baca Juga :Dilemma Antara LAMP Dan LEMP

Cara Melakukan Backup Data
Setelah memahami berbagai masalah yang bisa terjadi pada data website, apakah sekarang kamu sudah mulai memahami seberapa pentingnya backup data website? Kalau begitu, mari kita lanjut ke langkah berikutnya, yaitu melakukan backup data pada website. Tapi sebelumnya, kamu perlu memiliki akses ke cPanel terlebih dulu.

Login ke halaman cPanel.

  • Pada kolom Files, pilih Backup Wizard seperti pada gambar.
  • Pilih “Back Up” ketika hendak melakukan backup data dan jika ingin melakukan pemulihan, kamu bisa memilih menu “Restore.”
  • Pada halaman selanjutnya, klik pada “Full Backup.”
  • Unduh hasil backup dengan mengklik tombol “Generate Backup” dan masukkan email yang kamu gunakan untuk menerima hasil backup dari website-mu.
  • Tunggu hingga kamu menerima link backup di email yang tadi sudah kamu tulis.
  • Buka email-mu lalu klik link download yang digaris bawah berwarna merah seperti pada gambar.
  • Setelah selesai mengunduh, kamu akan mendapat folder dengan format “.tar.gz,” inilah file yang bisa kamu gunakan untuk nantinya melakukan Restore di website-mu ketika mengklik “Restore” di langkah ke-3.
  • Setelah itu, jejak backup website-mu akan terdaftar pada halaman histori
  • Backup Wizard. Agar data pada website-mu tetap tersimpan dengan aman setelah kamu melakukan perubahan, kamu perlu melakukan backup data secara berkala. Namun, jika hal ini dirasa sulit, kamu bisa mengandalkan fitur yang satu ini, Acronis Cloud Backup.

Acronis Cloud Backup merupakan salah satu fitur keunggulan yang dimiliki oleh para pengguna cloud hosting . Tanpa perlu mengeluarkan biaya tambahan, kamu sudah mendapatkan fitur Acronis Cloud Backup untuk website-mu sehingga kamu tak perlu cemas jika tidak dapat melakukan backup data secara berkala, Acronis akan melakukannya untukmu. Agar tidak memakan terlalu banyak memori penyimpanan, Acronis hanya akan menyimpan hasil backup datamu dalam tiga bulan ke belakang.

Jika sewaktu-waktu kamu mengalami kesalahan ketika mengutak-atik website hingga melakukan kesalahan seperti perubahan tampilan yang tidak diinginkan atau menghapus data secara tidak sengaja, kamu bisa mengandalkan Acronis. Berikut ini ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan ketika hendak melakukan pemulihan (recovery) data melalui Acronis.

  • Di halaman utama cPanel, klik “Acronis Backup” di paling kanan bawah kolom Files.
  • Kamu akan diarahkan ke daftar hasil backup data yang telah dilakukan Acronis pada website-mu dalam dua sampai tiga bulan terakhir. Pilih tanggal dengan data yang ingin kamu pulihkan.
  • Tunggu hingga Acronis Cloud Backup berhasil mendapatkan datamu dari server , lalu pilih tipe data apa yang hendak kamu pulihkan (restore); Files, Databases, Mailboxes, dan Mail Forwarders.
  • Di halaman selanjutnya, kamu bisa memilih secara spesifik, data mana yang ingin kamu pulihkan. Beri tanda centang pada data yang ingin dipulihkan, lalu klik Restore atau Download.

Bagaimana, lebih mudah ‘kan? Meski dengan layanan backup Acronis kamu tak perlu melakukan backup data sendiri, tapi kamu tetap dapat melakukan backup manual jika ingin mengatur bagian tertentu pada website. Caranya, klik “Export the account” pada halaman langkah ke-3 di atas. Proses ini akan memakan waktu beberapa menit hingga datamu berhasil diakses dari pusat server . Setelah itu klik “Download.”