marketing trends 2021

Marketing Trends 2020 Marketing Trends 2020

redspiral.netPada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Marketing Trends 2020. Beberapa artikel yang akan kami sajikan untuk anda kali ini ,bisa sangat membantu apabila anda ingin mencari informasi yang berikaitan mengenai Marketing Trends 2020 Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Marketing Trends 2020

Marketing Trends 2020
Artificial Intelligence (AI)
AI sepertinya masih menjadi primadona di kalangan marketer. Lembaga riset, Gartner, bahkan telah memperkirakan bahwa di tahun 2020, teknologi AI akan digunakan oleh hampir semua produk software. Saat ini, setidaknya AI digunakan oleh para marketer untuk menyesuaikan iklan yang ditampilkan kepada target pasar secara online.

Selain itu, AI bisa digunakan juga untuk menganalisis perilaku konsumen dan menemukan pola terbaik. Lalu, AI juga berfungsi untuk mengoleksi data dari platform media sosial dan unggahan blog yang nantinya bisa digunakan untuk membantu bisnis mengetahui bagaimana para pelanggan bisa menemukan produk atau layanan mereka. Kamu bisa mulai menerapkan marketing trends ini dengan mempelajari metrik analisis terhadap website yang tersaji di Google Analytics. Berikut ini adalah alasan mengapa kamu membutuhkan AI yang sudah dirangkum oleh Habr.

Live Chat atau Chatbot
Apakah kamu pernah menggunakan fitur Ninja Support yang ada di website Dewaweb? Kalau belum pernah, kamu bisa mencobanya melalui dewaweb.com. Fitur Ninja Support yang dimiliki Dewaweb adalah marketing trends selanjutnya.

Berdasarkan penelitian dari Gartner, chatbot atau live chat akan mendominasi 85% dari seluruh komunikasi yang dijalankan oleh perusahaan dalam melakukan pemasaran. Artinya, komunikasi pintar yang bisa merespon pesan dengan cepat saat ini sudah menjadi tren yang patut dilirik oleh marketer di tahun 2020. Bagaimana dengan bisnismu, sudah mulai menerapkan teknik ini?

Personalisasi Iklan
Belum beranjak jauh dari pembahasan mengenai AI, personalisasi iklan saat ini juga sedang menjadi marketing trends yang bisa kamu terapkan melalui penggunaan hasil analisis data pelanggan. Tak hanya melalui website, kamu juga bisa melakukan analisis melalui data yang didapat dari hasil penayangan video iklan atau hasil engagement dari konten yang kamu unggah di berbagai platform media sosial.

Bertambahnya jumlah pemasar yang menggunakan teknologi AI membuat para pelanggan membutuhkan pendekatan yang lebih manusiawi ketimbang angka atau kalimat otomatis yang terdengar seperti robot. Ditambah lagi, survei Epsilon menyatakan bahwa 90% pengguna internet usia 18-64 tahun mengaku bahwa pendekatan personal lebih menarik bagi mereka. Tak kalah penting, penelitian yang sama juga menyebutkan bahwa 85% para konsumen lebih tertarik untuk berlangganan dengan perusahaan yang mampu menawarkan pengalaman yang bisa disesuaikan dengan penggunanya.

Video Marketing
Orang-orang tidak suka melihat sebuah iklan yang langsung ditampilkan ketika melihat sebuah unggahan. Oleh karena itu, kamu bisa menjembatani pesan iklan yang ingin kamu sampaikan dengan menarik perhatian para target sasaran dengan video marketing yang menarik. Tak perlu berdurasi panjang, kamu bisa mulai membuat video berdurasi 1-2 menit untuk memikat perhatian target sasaranmu.

Bicara soal target sasaran, kamu tak hanya bisa menujukan sasaran ke B2C saja, tapi melalui video marketing, iklanmu juga bisa ditujukan kepada relasi bisnis B2B. Pasalnya, penelitian Impact menunjukkan bahwa 65% manajer suatu perusahaan mengunjungi website yang dipromosikan dan 39% dari mereka menelepon vendor setelah diyakinkan oleh video marketing. For your information, video marketing tak melulu soal iklan, ada beberapa jenis video marketing yang bisa kamu buat, misalnya web series, live video, video tutorial, dan sejenisnya.

Influencer
Influencer adalah orang yang mampu menyebarkan pesan yang dituju oleh suatu brand kepada khalayak yang dimilikinya. Orang yang dipilih menjadi influencer adalah mereka dengan niche yang satu tipe dengan brand yang ingin beriklan. Contohnya, kalau bisnismu bergerak di bidang IT, kamu bisa menggunakan influencer yang sering membagikan konten bertema teknologi.

Beberapa alasan kuat mengapa kamu perlu menggunakan influencer untuk menjaring target pasar dari bisnismu adalah karena influencer menjadi marketing trends yang mulai meroket sejak pertengahan dekade lalu. Selain itu, pendekatan yang dilakukan akan terasa lebih personal ke target sasaran, karena kamu menawarkan ke orang-orang yang tepat dengan jumlah yang lebih banyak ketimbang mengiklankan di media sosial brand-mu sendiri. Bagaimana, menarik ‘kan?

Stories di Media Sosial
Mungkin kamu pernah menggunakan fitur ini sejak tahun 2013 ketika Snapchat dirilis secara umum. Sekitar tiga tahun setelahnya, Instagram turut merilis fitur sama yang dijuluki “Instagram Stories.” Perkembangan ini diikuti oleh WhatsApp, Facebook, Skype, lalu YouTube.

Kamu bisa menggunakan fitur yang disediakan oleh berbagai platform media sosial ini untuk memberikan sentuhan Fear of Missing Out (FOMO) pada target sasaranmu. Pasalnya, konten yang diunggah ke stories hanya akan bertahan selama kurang lebih 24 jam alias sementara sehingga para pengikut media sosial bisnismu harus lebih cepat jika ingin mendapatkan informasi yang mereka butuhkan dari bisnismu. Melalui fitur ini pula kamu bisa mendapatkan awareness, engagement, serta peningkatan traffic website (jika ada) yang disertai dengan biaya terjangkau karena kamu tak perlu mengeluarkan biaya tambahan jika mengunggah konten ke fitur story ini.

Konten Marketing akan Terus Mendominasi SEO
Berbagai website berlomba-lomba menaikkan peringkat konten mereka hingga mencapai posisi tertinggi di mesin pencari Google. Ternyata, konten yang mendominasi SEO masih menjadi salah satu marketing trends hingga tahun 2020. Tak boleh ketinggalan, kamu juga bisa menerapkan hal ini pada bisnismu.

Selain berguna untuk meningkatkan awareness bagi khalayak pengguna internet, konten marketing yang berkualitas juga bisa meningkatkan kredibilitas brand yang kamu kelola atau bisnis yang sedang kamu jalankan. Namun, Senior Analis Tren Webmaster Google, John Mueller, menyarankan untuk tidak terlalu terpaku pada peringkat SEO. Pasalnya, yang terpenting dalam mengejar peringkat SEO bukanlah algoritma mesin pencari, melainkan website yang cepat, link yang relevan, serta konten berbobot yang ditulis secara ideal.

Social Commerce
Jika sering mengakses media sosial Instagram melalui aplikasi mobile, seharusnya kamu pernah menemukan beberapa toko yang menjajakan produk mereka langsung di akun Instagram. Cara mengidentifikasinya mudah, ketika kamu mengunjungi profil tersebut, akan ada logo keranjang di sebelah kanan atas foto. Ketika kamu membuka foto tersebut dan mengetuk sekali pada gambar, akan ada nama produk dan harga produk yang ditampilkan.

Inilah salah satu marketing trends yang disebut dengan “Social Commerce” atau shopable posts yang sudah mulai diterapkan oleh Instagram, Facebook, Twitter, bahkan Pinterest. Meskipun sayangnya, beberapa platform media sosial ini sudah tenggelam dalam persaingan membuat social commerce di akun media sosial. Saat ini, kamu masih bisa menggunakan fitur ini di Instagram dengan mengaktifkan fitur Instagram Checkout jika akun bisnismu sudah diperbolehkan berjualan oleh Instagram.

User-Generated Content (UGC)
Semua orang ingin dikenal oleh orang lain, apalagi di media sosial yang tujuannya memang agar dikenal. Oleh karena itu, marketing trends yang satu ini bisa kamu gunakan sebagai sumber potensial teknik marketing kalau target pasarmu adalah orang-orang yang masuk dalam kategori generasi Milenial dan Gen Z. Secara tidak langsung, Kaesang Pangarep yang mempunyai beberapa bisnis makanan dan minuman sudah menerapkan cara ini sejak beberapa tahun lalu melalui media sosial Twitter.

Namun, teknik yang dilakukan Kaesang sepertinya hanya bisa optimal kalau akunmu sudah mempunyai banyak pengikut di media sosial. Jika belum, kamu bisa menerapkan program yang dilakukan produk action camera, GoPro, yaitu melakukan repost foto yang diambil oleh para pengikut menggunakan produk GoPro. Perusahaan asal Amerika ini sering kali mengunggah konten yang dibuat oleh para pengikutnya alias user-generated contents yang membuat akun media sosial GoPro mempunyai nilai engagement tinggi.

Baca Juga :Lebih Dekat Dan Menggunakan Gravatar

SERP Position Zero dan Knowledge Graph Box
Search Engine Result Page sudah seperti arena bertarung para website yang ingin menyuguhkan artikel atau konten paling berguna yang dapat menarik para pengunjung di mesin pencari, terutama Google. Ketika sebuah artikel sudah berada di peringkat teratas, kamu boleh berlega hati. Namun, saat ini para marketer dan pebisnis yang mengejar target SEO sudah mulai melirik posisi nol atau SERP position zero.

Tak jauh berbeda dari SERP, Knowledge Graph Box juga menjadi salah satu marketing trends yang akan diminati oleh para pemasar karena keandalan yang ditawarkan. Kalau kamu belum tahu, “Knowledge Graph Box” adalah kotak di sebelah kanan halaman SERP yang berisi ringkasan informasi yang kamu butuhkan ketika menggunakan mesin pencari, misalnya seperti gambar di bawah. Mempunyai konsep yang sama dengan SERP position zero, knowledge graph box juga menjadi takhta yang diidam-idamkan berbagai website.

Keamanan Website
Tidak kalah penting, ternyata keamanan website juga menjadi salah satu marketing trends yang masih diincar oleh para marketer dan pebisnis dalam melakukan promosi terhadap produk. Tentu saja karena kecepatan suatu website bisa memberi berbagai dampak positif bagi kredibilitas hingga kestabilan bisnis atau organisasi yang menggunakan website sebagai sarana komunikasi. Mulai dari kenyamanan pengunjung ketika mengakses website hingga kemudahan mesin pencari menganalisis kualitas SEO menjadi dua kelebihan yang ditawarkan oleh website yang cepat.

Ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan jika ingin mempunyai website yang cepat. Pertama, pastikan kamu telah memilih hosting yang tepat agar selalu bisa diandalkan, lalu gunakan plugin untuk mempercepat website agar kamu tak perlu repot-repot melakukan optimasi data pada website, dan jangan lupa carilah penyedia cloud hosting yang bisa membantumu 24/7 ketika kamu menghadapi masalah pada website. Selanjutnya, pastikan pula website-mu aman sehingga data yang tersimpan (baik datamu atau data pengunjung) tidak disalahgunakan oleh pihak yang tak bertanggung jawab.